Memilih Pelung Betina Terbaik

Posted on 17.12 | By Pelung Maniak | In

Pemilihan betina pelung untuk indukan harus benar-benar selektif. Adapun kriteria ayam pelung betina yana baik antara lain:

  1. Bantuk kepala bundar atau lonjong besar, mata beralis dan bersinar, tampar beringas, mempunyai sifat pemberani
  2. Jengger bentuk tubggal berukuran besar dan tebal serta berdiri tegak. Jengger tersebut pinggirnya bergerigi besar dan berwarna merah menyala.
  3. Paruh kuat, runcing tebal dan warna kaki sama dengan warna kukunya
  4. Bentuk dada agak bidang lebar dan kuat
  5. Tembolok yang besar menonjol yang letaknya simteris ditengah-tengah dada yang bidang lebar dan kuat
  6. Kedua sayapnya kokoh dan kuat, bulu sayapnya tersusun rapi dan tampak mengkilat
  7. Mempunyai sayap rata agak miring ke belakang dan menghimpit tepat pada badab dan tidak tergantung lemah
  8. kakinya nya panjang agar ramping serta mempunyai telapak kaki tebal. Indukan yang memiliki kaki yang berbentuk "O" atau "X"harus dihindarkan karena akan meyulitkan dalam perkawinan. akibatnya telur tidak terbuahi dan daya tetas yang sangat rendah
  9. Dubur berbentuk bulat lebar basah dan kulit sekitar dubur tidak berkerut
  10. Rajin mencari makan didalam kandang dengan mengais-ngais tanah
  11. Umur paling rendah adalah 7 bulan
  12. Warna bulu merah muda hingga merah tua tau merah kehitaman dengan bulu hias merah mengkilat. Warna lain adalah warna blorok dan warna wido merupakan warna yang masih jarang

Cara Memilih Jago Pelung Terbaik

Posted on 16.52 | By Pelung Maniak | In


Untuk mendapatkan ayam pelung yang bermutu tinggi maka jago pelung yang digunakan harus memiliki kualitas yang tinggi juga. Jago pelung inggi dan memiliki suara kokok yang yang merdu mendayu.besar, gagah ersebut harus lah memiliki sosok tubuh yang besar, gagah, tinggi dan memiliki suara kokok yang mendayu merdu.


Pemilihan jago pelung untuk pejantan harus benar-benar selektif. Adapun kriteria ayam pelung jantan yana baik antara lain:

  1. Bantuk kepala bundar atau lonjong besar, mata beralis dan bersinar, tampar beringas, mempunyai sifat pemberani
  2. Jengger bentuk tubggal berukuran besar dan tebal serta berdiri tegak. Jengger tersebut pinggirnya bergerigi besar dan berwarna merah menyala.
  3. Paruh kuat, runcing tebal dan warna kaki sama dengan warna kukunya
  4. memiliki sepasang pial berukuran besar yang menggantung dibawah kedua paruhnya membulat berwarna merah
  5. Leher besar dan panjang yang ditumbuhi bulu-bulu lebat berwarna merah hitam mengkilat dibawah lehernya ada tembolok yang besar menonjol yang letaknya simteris ditengah-tengah dada yang bidang lebar dan kuat
  6. Kedua sayapnya kokoh dan kuat, bulu sayapnya tersusun rapi dan tampak mengkilat
  7. Bentuk badan besar dan panjang, badan bagian depan lebih besar dan mengecil ke belakang, bulu ekor menjurai panjang ke belakang
  8. Keduankakinya panjang dan kuat dengan cakar yang besar, kedua paha berdaging tebal. Bentuk kaki persegi dengan sisik kaki rapat dan bersih serta memiliki taji yang besar.
  9. Warna kaki jago pelung yang baik adalah hitam kebiru-biruan, hijau atau putih keabu-abuan.
  10. Warna kaki pelung yang berwarna kuning menunjukkan bahwa jago pelung tersebut sudah tidak asli karena sudah campuran dengan ayam kampung biasa. Namun banyak juga ayam pelung berkaki kuning yang mempunyai suara yang bagus.
  11. Berat badan minimal 5 kg dan jika lebih berat akan lebih baik lagi
  12. Mempunyai suara kokok panjang dan bersih
  13. Mempunyai penampilan yang gagah dan enerjik, jalannya tegap dan menampakkan kejantanan
  14. Rajin mencari makan didalam kandang dengan mengais-ngais tanah
  15. Umur paling rendah adalah 1 tahun
  16. Warna bulu merah muda hingga merah tua tau merah kehitaman dengan bulu hias merah mengkilat. Warna lain adalah warna blorok dan warna wido merupakan warna yang masih jarang

Kegairahan Berkokok

Posted on 15.29 | By Pelung Maniak | In

Jago pelung pada umumnya berokok pada saat menjelang fajar, tengah hari dan rembang petang. Kegairahan berkokok pada pelung berbeda-beda, hampir ada pelung yang setiap waktu berkokok untuk menarik perhatian pemiliknya, bahkan pelung milik penulis berkokok dalam satu hari dapat mencapai lima puluh kali bahkan lebih. sebaliknya juga ada pelung yang sangat malas berkokok. Jago pelung yang mals berkokok biasanya menunjukkan perangai yang murung dan tampak kurang bergairah. Mungkin anda juga yang memiliki pelung super turunan raja tetapi pelung anda terlihat jarang dan malas untuk berkokok bisa saja karena anda kurang mengerti faktor yang mempengaruhi kegairahan pelung dalam berkokok. Faktor tersebut antara lain :

1.Perubahan Cuaca
Cuaca yang tiba-tiba berubah secara dramatis sseperti dari cuaca yang panas secara tiba-tiba menjadi dingin karena hujan akan membuat jago pelung malas berkokok. bahkan jago pelung tersebut dapat kedinginan dan akan berpotensi sakit flu karena kedinginan. Biasanya pelung yang pernah terkena sakit flu dan radang tenggorokan memiliki suara yang pecah dan serak. Cuaca yang sangat panas dan terik pun akan mengakibatkan pelung malas untuk berkokok karena kepanasan. Pelung yang kepanasan dapat telihat dari nafas yang terengah-engah dan sayap diturunkan dari tubuh seperti menggantung.
Untuk mengantisipasi agar jago pelung tidak mengalami kedinginan pada musim hujan sebaiknya kandang pelung ditutup dengan kerai atau penutup untuk menghalangi angin dingin. Pengalaman penulis pernah lupa menutup kerai saat malam hari karena harus berkerja, akhirnya nasib malang menimpa ayam pelung penulis. sekitar dua belas ayam pelung penulis mati secara bertahap karena pilek. hal ini dikarenakan ayam kedinginan. Pilek tersebut menyebar dan akhirnya dengan sangat terpaksa, penulis harus merelakan kepergian dua belas ayam pelung malang tersebut. Tentunya hal yang dialami penulis tidak mau dialami pembaca sekalian.

Biasanya jago pelung yang terkena angin malam akan mudah terserang penyakit ngorok atau snot dan pilek. Untuk mengobatinya berikan obat anti snot.

2. Kondisi Kesehatan Ayam
Jago pelung yang kondisi kesehatan buruk tentu saja malas untuk berkokok. Oleh karena itu kondisi kesehatan pelung harus di jaga. Pemilik pelung juga hrus mengetahui tanda-tanda pada ayam yang terserang penyakit, cara pencegahan dan pengobatannya.

3. Kebutuhan Gizi dan Vitamin
Ayam pelung yang mendapatkan pakan yang cukup bergizii serta cukup vitamin dan mineral kondisi kesehatan nya lebih terjamin. Sebaiknya pelung jangan diberi makan asal-asalan.


4. Kebersihan Kandang dan Lingkungan
Pelung akan merasa betah dan kerasan dikandang serta mempunyai gairha berkokok jika kondisi lingkungannya bersih, segar dan nyaman. Usahakan sinar pagi harus dapat masuk ke kandang ayam. Selain baik bagi ayam, juga membuat kandang lebih bersih dari kuman. Dengan demikian pelung terlihat energik, ceria dan terhindar dari stress.ayam pelung yang sehat akan rajin berkokok bersahut-sahutan dengan jago ayam pelung lainnya

Irama Lagu Suara Pelung

Posted on 20.50 | By Pelung Maniak | In

Kokok jago ayam pelung memiliki iramalagu yang berbeda-beda, ada irama yang indah dan merdu, ada juga yang monoton dan berirama sumbang.



a. Irama suara depan
Suara koko depan jago pelung dikatakan baik jika suara depan dari koko pelung ersebut mempunyai irama yang panjang bersih dan tidak tersendat. Suara jago pelung dapat diformulasikan dengan bunyi "kukudur","kukulir", "tetelur" dan "kurikil"

b. Irama Suara Tengah
Suara kokok tengah pelung dikatakan baik jika ayam pelung tersebut memiliki suara yang mengalun panjang yang diformulasikan dengan kata "ela-elu-ela" atau elaaa-ellli-elllu". Suara tengah pelung ini memiliki tiga corak yaitu lenggang, lenggang-lenggang dan lelah yang mempunyai kaitan dengan alun atau gelombang suara.

Jago pelung dikatakan memiliki suara tengah yang baik jika suara terngahnya mempunyai corak "lenggang-lenggang" karena suara ini mempunyai irama yang mengalun merdu dan tidak tersendat dengan tempo 6,5 detik

c. Irama Suara akhir
suara akhir atau suara penutup dari kokok jago pelung ada tiga macam yaitu :kung, kewung dan kecubung. suara akhir yang baik memiliki tempo minimal 3 detik. contoh suaraakhir kokok pelung adalah" oooooong" dan "oooooook".

Jago Pelung yang baik memiliki suara yang lengkap sebagai berikut

Kukuduuuuuuuur-ellaa ellu ella-oooooooook


Namun tidak semua jago pelung memiliki suara yang lengkap. terkadang hanya suara depan dan akhir ataupun suara depan dan tengah.

Mengenal Suara Kokok ayam Pelung

Posted on 20.34 | By Pelung Maniak | In

Hingga saat ini masyarakat Jawa Barat khususnya masyarakat di kabupaten Cianjur dan Sukabumi memelihara ayam pelung hanya untuk dinikmati suaranya. Memang ayam pelung mempunyai suara khas dan berbeda dengan suara kokok ayam kampung lainnya.



A. Kokok Jago Pelung Paling Panjang di Dunia

Biasanya suara koko ayam jago pelung pada permulaannya besar dan keras, selanjutnya panjang berirama dan akhirnya terdapat suara akhir yang bersih. suara yang besar dan berirama panjang merupakan idaman semua pemilik pelung karena dengan demikian harga seekor pelung akan sangat mahal dan berpotensi untuk menjuarai lomba tingkat nasional. untuk mengenal ciri suara kokok pelung dapat berpedoman pada beberapa kriteria berikut.

1. Panjang Pendeknya Suara

Jago ayam pelung yang kondisinya sehat dan mempunyai pernapasan yang baik biasanya memiliki suara kokok yang panjang. pelung yang berumur 8 bulan atau masih lancuran biasanya memiliki suara yang labil dan pendek tetapi semakin tua berangsur-angsur berubah menjadi bertambah panjang. sedangkan jago pelung yang pernah mengalami sakit radang tenggorokan suaranya sering menjadi rusak dan pendek.

suara kokok pelung terdiri dari suara depan, suara tengah dan suara akhir. sebagai patokan untuk mengetahui apakah seekor jago pelung mempunyai suara panjang, paling tidak suara kokok tersebut memerluikan waktu 13 detik dengan rincian sebagi berikut
1. Lamanya suara depan minimal 2 detik
2. Lamanya suara tengah minimal 7,5 detik
3. lamanya suara akhir minimal 3,5 detik

2. Volume Suara

volume suara pelung yang baik adalah volume suara yang besar dan bersih, tidak pecah, serak atau pendek.

Sejarah Ayam Pelung

Posted on 17.53 | By Pelung Maniak | In

Nama ayam pelung umumnya masih belum banyak dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. kecuali masyarakat Cianjur dan Sukabumi karena ayam pelung berasal dari daerah tersebut. menurut para pakar pelung, keberadaan ayam pelung sudah dikenal lebih dari satu abad. Ayam pelung ini banyak dikenal oleh masyarakat sekitar kabupaten Cianjur dan Sukabumi.

Mungkin, anda yang membaca artikel ini pun bertanya-tanya sebenarnya apa keistimewaan ayam pelung. ayam pelung merupakan jenis ayam khas dan langka yang hingga sampai sekarang ini masih banyak dipelihara sebagai hewan kesayangan atau kelangenan bagi masyarakat Cianjur dan Sukabumi. Keistimewaan ayam ini adalah suara kokok nya yang panjang dan merdu. menurut pakar pelung, kata pelung berasal dari kata melewung (basa sunda) yang artinya adalah suara besar yang mengalun panjang dan menggema. joago pelung jika sudah berkokok biasanya lehernya terlihat melengkung panjang ke bawah dan ada yang sampai menyentuh tanah.

Konon awalnya Ayam pelung Berasal dari salah satu kampung di Kecamatan Warung kondang yang terletak di kaki Gunung Gede. Pada tahun 1850, Mama Djarkasih pada suatu malam bermimpi bertemu dengan Eyang Suryakancana. Dalam mimipinya Mama Djarkasih diperintahkan untuk pergi ke suatu tempat mengambil seekor ayam, ketika pergi ke ladang untuk bercocok tanam, beliau melihat seekor anak ayam yang berbulu jarang. Teringat pada mimpinya beliau membawanya pulang ayam tersebut. Setelah ayam itu besar, temyata berbeda dengan ayam kampung pada umumnya, yaitu bersuara sangat panjang dan besar serta berirama merdu. kemudian Mama Djarkasih menyebutnya dengan sebutan Ayam Pelung.


Bagi masyarakat Cianjur kokokan Ayam Pelung digunakan sebagai pertanda bahwa waktu untuk shalat subuh sudah tiba. Ada juga sebagian penduduk yang mempercayai bahwa memelihara Ayam Pelung dapat mendatangkan rezeki, ketentraman, dan kebahagiaan hidup, tentu jika Ayam Pelung tersebut dirawat dengan baik.

Maka dari itu Ayam Pelung menjadi ciri khas daerah Cianjur yang dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu hewan unggul asli Indonesia. Ayam Pelung memiliki tiga sifat genetik, yaitu suara berkokok yang panjang mengalun, pertumbuhannya cepat dan postur badannya yang besar. Secara fisik, ayam pelung ini memang terkesan besar, beratnya saja bisa mencapai 5-6 kg untuk ayam jantan dewasa dan tingginya antara 40 sampai 50 centimeter.

Dengan kelebihan itulah ayam pelung sering dijadikan arena kontes untuk dinilai, baik dari bentuk, warna dan suaranya. Pada mulanya kontes ini diselenggarakan antar teman yang sama-sama penggemar ayam pelung. Dahulu ajang ini disebut kongkur (conqour) dan sampai sekarang sebutan tersebut masih sering dipakai.

Kongkur biasanya diadakan antara bulan April sampai Juni dan diadakan di lapangan yang luas dan rimbun dari pepohonan serta tidak berisik. Biasanya setiap penyelenggaraan kongkur selalu ramai disaksikan oleh penduduk setempat. Kriterian penilaian mulai dari kesehatan, bentuk, umur, dan suara. Secara fisik ayam pelung tidak terlalu beda dengan ayam kampung biasa, yang menjadi ciri khas dan keunikan ayam pelung ini adalah suara berkokoknya. Bila ayam ini dirawat dan dilatih dengan baik, maka akan menghasilkan suara berkokoknya yang begitu merdu didengar. Ada yang berkokok dengan suara yang panjang, ada yang berirama dan ada juga yang bersuara unik di tengah kukurannya, contohnya “ela-elu-ela” “oooooook”

Kelebihan inilah yang menjadikan ayam pelung dikenal banyak orang, bahkan sampai keluar negeri. Untuk itulah, guna melestarikan dan mengangkat nama ayam pelung ini serta untuk memberikan daya tarik daerah, setiap tahun diadakan kontes ayam pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam pelung terbaik yang menjadi juara kontes harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Kini ayam pelung sudah banyak dikembangbiakkan di daerah pedesaan di Cianjur. Untuk mendapatkan bibit ayam ini bisa datang ke Kecamatan Warungkondang, Pacet, Cugenang, Cianjur dan Cempaka. Sedangkan untuk mendapatkan ayam pelung yang sudah menghasilkan suara bagus, Anda harus merogoh kocek lumayan besar, karena harganya bisa mencapai 10-20 juta per ekor. Sedangkan untuk ayam betinanya yang masih berproduksi bernilai 500 ribu sampai 800 ribu. Harga yang tidak murah bila dibandingkan dengan ayam biasa. Tapi bagi yang hobi dan mencintai keunikan, harga ayam pelung ini sudah sebanding dengan kelebihannya.