Kegairahan Berkokok

Posted on 15.29 | By Pelung Maniak | In

Jago pelung pada umumnya berokok pada saat menjelang fajar, tengah hari dan rembang petang. Kegairahan berkokok pada pelung berbeda-beda, hampir ada pelung yang setiap waktu berkokok untuk menarik perhatian pemiliknya, bahkan pelung milik penulis berkokok dalam satu hari dapat mencapai lima puluh kali bahkan lebih. sebaliknya juga ada pelung yang sangat malas berkokok. Jago pelung yang mals berkokok biasanya menunjukkan perangai yang murung dan tampak kurang bergairah. Mungkin anda juga yang memiliki pelung super turunan raja tetapi pelung anda terlihat jarang dan malas untuk berkokok bisa saja karena anda kurang mengerti faktor yang mempengaruhi kegairahan pelung dalam berkokok. Faktor tersebut antara lain :

1.Perubahan Cuaca
Cuaca yang tiba-tiba berubah secara dramatis sseperti dari cuaca yang panas secara tiba-tiba menjadi dingin karena hujan akan membuat jago pelung malas berkokok. bahkan jago pelung tersebut dapat kedinginan dan akan berpotensi sakit flu karena kedinginan. Biasanya pelung yang pernah terkena sakit flu dan radang tenggorokan memiliki suara yang pecah dan serak. Cuaca yang sangat panas dan terik pun akan mengakibatkan pelung malas untuk berkokok karena kepanasan. Pelung yang kepanasan dapat telihat dari nafas yang terengah-engah dan sayap diturunkan dari tubuh seperti menggantung.
Untuk mengantisipasi agar jago pelung tidak mengalami kedinginan pada musim hujan sebaiknya kandang pelung ditutup dengan kerai atau penutup untuk menghalangi angin dingin. Pengalaman penulis pernah lupa menutup kerai saat malam hari karena harus berkerja, akhirnya nasib malang menimpa ayam pelung penulis. sekitar dua belas ayam pelung penulis mati secara bertahap karena pilek. hal ini dikarenakan ayam kedinginan. Pilek tersebut menyebar dan akhirnya dengan sangat terpaksa, penulis harus merelakan kepergian dua belas ayam pelung malang tersebut. Tentunya hal yang dialami penulis tidak mau dialami pembaca sekalian.

Biasanya jago pelung yang terkena angin malam akan mudah terserang penyakit ngorok atau snot dan pilek. Untuk mengobatinya berikan obat anti snot.

2. Kondisi Kesehatan Ayam
Jago pelung yang kondisi kesehatan buruk tentu saja malas untuk berkokok. Oleh karena itu kondisi kesehatan pelung harus di jaga. Pemilik pelung juga hrus mengetahui tanda-tanda pada ayam yang terserang penyakit, cara pencegahan dan pengobatannya.

3. Kebutuhan Gizi dan Vitamin
Ayam pelung yang mendapatkan pakan yang cukup bergizii serta cukup vitamin dan mineral kondisi kesehatan nya lebih terjamin. Sebaiknya pelung jangan diberi makan asal-asalan.


4. Kebersihan Kandang dan Lingkungan
Pelung akan merasa betah dan kerasan dikandang serta mempunyai gairha berkokok jika kondisi lingkungannya bersih, segar dan nyaman. Usahakan sinar pagi harus dapat masuk ke kandang ayam. Selain baik bagi ayam, juga membuat kandang lebih bersih dari kuman. Dengan demikian pelung terlihat energik, ceria dan terhindar dari stress.ayam pelung yang sehat akan rajin berkokok bersahut-sahutan dengan jago ayam pelung lainnya

Comments (0)